Langsung ke konten utama

Jenuhmu Pasti Berbuah Manis



Jenuh. Hitungan waktu yang terlalu banyak mungkin membuatku bosan dengan semua. Sifat asli mulai bermunculan, keterbukaan malah membuat perpecahan. Hello, kapan semua akan membaik? Semua tak suka dengan semua ini. Objek yang tak salah pun dibuatmu merasa salah. Peduli bataskah hubungan kita? akan ke mana langkah kita selanjutnya?
Lupakah kamu dengan sejarah? Saat di mana nasib kita masih sama? Saat kita harus bersusah payah melukis masa depan? Semua saat pahit manis yang saat ini pasti kamu rindukan. Entahlah, hanya kamu yang bisa mengungkapkannya. Apa yang kamu alami saat ini, esok, atau lusa semua sama saja. Sama-sama kata ‘rindu’ yang nanti akan kamu ucapkan. Rindu akan bawelnya teman-teman yang peduli denganmu. Sakit hati karena sindiran-sindiran orang lain juga pasti ingin kamu dengarkan kembali. Kesetiaan yang selalu kamu dapatkan saat itu, semoga akan kamu dapatkan kembali, kelak. Over all.. kamu harus beruntung menghabiskan waktu mudamu bersama mereka. Waktu tak pernah bersalah memberimu kesempatan untuk kenal mereka. Pahit getir dan manis gula harus kamu syukuri. Apa pun itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejuta Warna Cinta

Ketika cinta bersaksi atas dua insan yang saling membangun cinta, beragam warna dan cerita menghiasi lembar hidup keduanya. Saat hari pertama aku bersamanya, dia genggam erat jemariku, dia tatap lekat kedua mataku, tanpa kata, tanpa seikat bunga juga tanpa puisi. Itulah ekpresi cintanya kepadaku, dia yang telah memilihku, ekspresi sederhana, bahkan bagi sebagian orang mungkin tiada makna, namun bagiku itu istimewa, karena seperti itulah dia. Saat hari pertama aku bersamanya, dia berikan aku setangkai bunga, sebait puisi yang dia ciptakan sendiri, tak lupa lantunan sebuah lagu nan romantis dia hadiahkan sebagai pelengkap ekspresi cintanya. Jangan tanya bagaimana perasaanku, Aku sangat bahagia, bahkan aku ingin dia melakukannya setiap hari untukku, seperti itulah dia yang telah memilihku, dia istimewa. Saat hari pertama aku bersamanya, dia sangat pemalu, bahasa tubuhnya kaku, senyum pun jarang terhias dari bibirnya. Tapi diam-diam dia memperhatikanku. Meskipun aku berharap dia mere...

Seperti Angin dan Cemara

Cemara,… Entah sejak kapan tanaman ini banyak menghiasi tepian pantai. Aku pernah menyaksikan mereka dengan berbaris rapi dan tampak menghijau di sebuah bibir pantai di Jogja. Pernah juga aku temui mereka hanya bertumbuh sendiri tak berteman. Cemara,… Walau di musim panas ranting-rantingmu tampak mengering, engkau masih tetap indah, meski tak hijau dan tampak kecoklatan dari kejauhan. Engkau juga pohon yang unik. Aku tak tahu apakah yang ada di setiap pucuk rantingmu itu adalah daun, atau ujung rantingmu yang menghijau, Yang pasti ujung rantingmu itu lembut dan menyejukkan. Cemara,… Pohonmu sebetulnya tidak begitu rindang, engkau malah tak sanggung menahan tetesan air hujan, tapi keberadaanmu yang seringkali aku temui di pinggir pantai, menjadi pilihan yang tepat untuk berteduh. Apakah ini karena engkau diuntungkan dengan tempat keberadaanmu? Tapi pendapatku itu karena engkau pintar menempatkan dirimu, hingga disukai banyak orang. Cemara,... Pernah juga aku meli...

Setahun Sudah

Sesosok orang yang awalnya tak kukenal, lelaki asing yang awalnya bukan siapa-siapa kini menjelma menjadi orang yang paling bertanggung jawab terhadap kehidupanku; menanggungku, memenuhi kebutuhan lahir dan batinku. Dan kini, 366 hari kita menjalani cinta bersama, membangun masa depan indah keluarga kita . Sang Maha Kuasa ingin kita melesat bersama dalam suka maupun duka. Meski aku kalah telak dalam segala hal, tapi engkau selalu sabar menuntunku. Suamiku, terima kasih untuk cinta, kasih, sayang, maaf, pengertian, dan semuanya. Semoga keberkahan selalu menaungi keluarga kita. I love you more than you love me. _"Karena berkah-Nya tentu tak bisa dinilai hanya dari seberapa banyak tawa dan bahagia kita saat bersama. Karena berkah-Nya boleh jadi hadir setelah kita sama-sama berpelukan saling memaafkan, menikmati kesulitan penuh kesyukuran, juga bergenggaman dalam wujud penerimaan. Karena kita bukan hanya untuk dunia, melainkan sampai surga-Nya." (@fufuelmart)