Langsung ke konten utama

Random



Aku tertusuk…
Bukan karena busur cinta
Dan  karena pisau tajam
Tapi.. .
Tusukan dari bibir indahmu
Bibir yang selalu memakiku
Bibir yang selalu menyindirku
Bibir yang selalu merendahkanku
Membalas?
Oh tidak..
Tersinggung?
Jelas…
Bukan tak ada alasan
Beribu alasan kau tunjukkan padaku
Apa karena kau tak suka?
Tak suka dengan diriku?
Dengan hadirku?
Dengan langkahku?
 Memang,
Hadirku hanya mengusikmu
Mengusik kebahagiaanmu
Langkahku taks selalu pas di depanmu
Tapi, tak bisakah kau sedikit sabar?
Sabar akan semua kekuranganku?
Jika inginmu aku pergi
Ku akan pergi
Pergi dengan do’a
Do’a yang membimbingmu
Membimbingmu pergi dari sifat burukmu itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejuta Warna Cinta

Ketika cinta bersaksi atas dua insan yang saling membangun cinta, beragam warna dan cerita menghiasi lembar hidup keduanya. Saat hari pertama aku bersamanya, dia genggam erat jemariku, dia tatap lekat kedua mataku, tanpa kata, tanpa seikat bunga juga tanpa puisi. Itulah ekpresi cintanya kepadaku, dia yang telah memilihku, ekspresi sederhana, bahkan bagi sebagian orang mungkin tiada makna, namun bagiku itu istimewa, karena seperti itulah dia. Saat hari pertama aku bersamanya, dia berikan aku setangkai bunga, sebait puisi yang dia ciptakan sendiri, tak lupa lantunan sebuah lagu nan romantis dia hadiahkan sebagai pelengkap ekspresi cintanya. Jangan tanya bagaimana perasaanku, Aku sangat bahagia, bahkan aku ingin dia melakukannya setiap hari untukku, seperti itulah dia yang telah memilihku, dia istimewa. Saat hari pertama aku bersamanya, dia sangat pemalu, bahasa tubuhnya kaku, senyum pun jarang terhias dari bibirnya. Tapi diam-diam dia memperhatikanku. Meskipun aku berharap dia mere...

Ayah, Anak-Anak Membutuhkanmu

Ayah dan Bunda, mungkin di antara kita yang beranggapan bahwa tugas Ayah hanya menafkahi keluarga. Ada juga yang beranggapan bahwa pendidikan anak hanyalah tanggung jawab Bunda. Sehingga, banyak Ayah yang menghabiskan waktunya di luar rumah untuk bekerja dan bekerja. Sepulang kerja pun, Ayah lebih banyak menghabiskan waktunya di luar rumah bersama teman-temannya. Bahkan, saat pulang Ayah tidak mau diganggu Bunda dan buah hatinya. *0-2 Tahun Kondisi itu berbeda dengan jika kita sudah memahami ilmu parenting. Ayah pasti langung berperan ketika buah hatinya lahir,khususnya ketika ia mulai mengenal suara. Peran Ayah pun semakin besar dengan tumbuh kembang anak. Apalagi ketika sang anak sudah mempunyai adik. Saat itu, AYAH SUDAH MEMPUNYAI IKATAN EMOSIONAL YANG KUAT DENGAN ANAK yang lebih tua untuk meminimalkan rasa cemburu. Sebab, perhatian Bunda kini lebih fokus ke adiknya yang baru lahir. *2-4 Tahun Mulai usia dua tahun, AYAH HARUS LEBIH SERING BERMAIN DENGAN BUAH HATI. Dalam hal ini...

Seperti Angin dan Cemara

Cemara,… Entah sejak kapan tanaman ini banyak menghiasi tepian pantai. Aku pernah menyaksikan mereka dengan berbaris rapi dan tampak menghijau di sebuah bibir pantai di Jogja. Pernah juga aku temui mereka hanya bertumbuh sendiri tak berteman. Cemara,… Walau di musim panas ranting-rantingmu tampak mengering, engkau masih tetap indah, meski tak hijau dan tampak kecoklatan dari kejauhan. Engkau juga pohon yang unik. Aku tak tahu apakah yang ada di setiap pucuk rantingmu itu adalah daun, atau ujung rantingmu yang menghijau, Yang pasti ujung rantingmu itu lembut dan menyejukkan. Cemara,… Pohonmu sebetulnya tidak begitu rindang, engkau malah tak sanggung menahan tetesan air hujan, tapi keberadaanmu yang seringkali aku temui di pinggir pantai, menjadi pilihan yang tepat untuk berteduh. Apakah ini karena engkau diuntungkan dengan tempat keberadaanmu? Tapi pendapatku itu karena engkau pintar menempatkan dirimu, hingga disukai banyak orang. Cemara,... Pernah juga aku meli...