Kamis, 20 Agustus 2015

Doa Pagi

Allah, jadikan ikhlasku bagai susu. Tak campur kotoran, tak disusup darah. Murni, bergizi, menguati. Langit ridha, bumi terilhami.
Allah, jadikan dosa mendekatkanku pada-Mu dengan taubat nashuha. Jadikan ibadah tak menjauhkanku dari-Mu gara-gara membangga.
Allah, untuk tanah nan gersang jadikan aku embun pada paginya, awan teduh bagi siangnya, dan rembulan menghias malamnya.
Allah, jika aku harus berteman khawatir, jadikan ia dzikirku mengingat-Mu.
Allah, jika aku harus berteman rasa takut, jadikan ia penghalang dari mendurhakai-Mu.
Allah, jika aku harus berkawan gelisah, jadikan ia titik mula amal-amal saleh menjemput keajaiban menenangkan.
Allah, jadikan semua gejolak di dalam hatiku mengantarku mendekat pada ridha dan surga-Mu.
Allah, berkahi tiap kata yang mengalir dari ujung jemari ini menebar kebaikan, mencantikkan kebenaran, menggerakkan perbaikan.
Allah, luruskanlah lisanku dalam kebenaran, indahkan tuturku dengan kesantunan, jadikan yang mendengar terbimbingkan.
Allah, ilhamkan kebajikan di tiap huruf yang terucap, lahirkan amal tuk setiap kata yang terbicara, alirkan pahala tiada putusnya.
Allah, jangan henti rindu pada Nabi-Mu menyala syahdu agar akhlak teladannya merembesi tingkahku.
Allah, jangan henti gelegak neraka menyergap menggiriskan di tiap hasrat nista dan goda kemaksiatan.
Allah, jangan henti baying surga-Mu melekati mata, di tiap niat dan kesempatan amal saleh nan terbuka.
Allah, jangan henti keesaan-Mu terteguh di jiwaku, sebab kuasa dan rezeki-Mu juga tak sedetik pun berpisah dariku.
Allah, jangan henti bimbingmu-Mu menuntunku, selama jantung berdenyut selalu, semasih Kau hembuskan napas dalam paru.
Allah, jangan henti kasih-Mu mengguyuriku, hingga santun budiku menebar rasa sayang, bahkan membalik penentang jadi pejuang.
Allah, jangan henti keagungan-Mu tertaut dalam nyali, hingga kuhadapi segala yang aniaya dengan gagah dan berani.
Allah, jangan henti kemuliaan-Mu menyusupi syaraf-syarafku hingga tiap ilmu jadi amal, tiap hasrat baik jadi akhlak terlaku.
Allah, jangan henti penjagaan-Mu mengarus dalam darahku hingga setan tak beroleh tempat dalam alirannya menderu.
Allah, jangan henti rasa malu pada-Mu menyumsum di tulangku, mengurat di ototku hingga semua gerak dalam ridha-Mu.
Allah, jangan henti keindahan-Mu mengilhamkan senyum dan cerah di wajahku, agar pergaulanku semanis madu.
Allah, jangan henti kebenaran-Mu tertambat di akal dan lisanku, terpancar dalam sikap, terjuang di tiap kalimat.
Allah, jangan henti nama-Mu menyapa hati dan jiwa, dengan gigil takut, gerisik harap, dan getar cinta.
Aamiin.

By: Salim A. Fillah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar